Rabu, 02 Desember 2015

JANGAN SAMPAI KAMU TERKENA RADIASI PONSEL SAAT TIDUR

ternyata kerap kali kita mengabaikan permasalahan ini,hal yang sering kita lakukan adalah meletakkan handphone di samping bantal..Selekasnya tinggalkan rutinitas menempatkan telephone genggam, handphone, di seputar kepala atau badan waktu tengah di-charge, dapat menyebabkan badan terserang radiasi yang tanpa ada sadar mengganggu kwalitas tidur.

Diambil dari meetdoctor. com, untuk kurangi pengaruh tidak baik dari handphone waktu Anda tidur, tersebut hal-hal yang butuh dikerjakan :
1. Usahakan untuk menaruh handphone atau alat-alat elektronik yang lain di ruang terkecuali ruang tidur.
2. Tempatkan handphone Anda di furnitur terkecuali tempat tidur yang ada didalam kamar, untuk memberi jarak dari radiasi handphone yang mungkin saja tentang badan.
3. Ganti penyusunan handphone jadi airplane mode bila Anda terus mau menempatkan handphone di dekat Anda untuk alarm pada pagi hari.
Dengan cara ini, radiasi dari handphone cuma akan berlangsung dengan cara minimal.
4. Ganti ketergantungan pada handphone dengan sedikit untuk sedikit kurangi saat mengecek handphone serta media social.
Stop Jam 11 Malam
Anda mesti menjauhi handphone diatas jam 11 malam, kenapa? badan memerlukan sistem pemulihan alami dengan tidur yang tidak terganggu radiasi berbentuk apa pun pada saat itu.
Rasa kuatir serta penasaran untuk mengecek handphone saat sebelum serta sepanjang tidur juga mesti dikontrol agar tidur pulas bisa terwujud dengan lebih mudah.
Menurut riset, handphone type apa pun bisa keluarkan radiasi elektromagnetik yang bisa tunda dan mengganggu tidur yang berkwalitas.
Radiasi dari handphone bisa mengganggu kekuatan badan untuk melakukan perbaikan rusaknya yang berlangsung dari kesibukan badan sepanjang hari.
Diluar itu, riset lain yang dikerjakan oleh Institut Tehnologi Massachusetts atau MIT tunjukkan ada pengaruh radiasi telephone genggam yang sanggup memengaruhi system stres didalam otak.
Bukan sekedar menghantarkan radiasi segera pada system penyusunan stres, handphone dapat juga tingkatkan kandungan stres dengan frekwensi penelusuran handphone berulangkali, menelusuri tiap-tiap aplikasi yang dipunyai dengan kekhawatiran yang tidak diakui selalu terjadi sehari-hari.
Rutinitas ini bikin badan selalu terjaga serta tidak dapat santai untuk benar-benar tertidur pulas.
Saat yang di habiskan memakai handphone saat sebelum tidur juga dapat dibuktikan bisa memperpanjang saat yang diperlukan sebelum masuk ke fase tidur yang terdalam.
Otomatis, keadaan ini bisa mempengaruhi kekuatan berkonsentrasi seorang waktu terbangun serta tingkatkan kecenderungan emosi yang tidak stabil dalam jangka waktu pendek ataupun panjang.
Untuk anak-anak serta remaja yang masih juga dalam saat pertumbuhan, serta perlu lebih banyak saat tidur dari pada orang dewasa, kemungkinan posisi handphone ditempatkan di dekat kepala akan makin besar, dibanding pada orang dewasa, karena ada step kecanduan.
Hal ini makin jadi besar resiko pergantian mood yang mencolok, pergantian kepribadian, timbulnya tanda-tanda yang serupa dengan ADHD dan tingginya angka depresi pada anak-anak. (dr Rahajeng AP/meetdoctor)

komunikasi kelompok

 A. Pengertian Komunikasi Kelompok.

Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.
Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, peserta komunikasi lebih dari dua orang, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
Dan B. Curtis, James J.Floyd, dan Jerril L. Winsor (2005, h. 149) menyatakan komunikasi kelompok terjani ketika tiga orang atau lebih bertatap muka, biasanya di bawah pengarahan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama dan mempengaruhi satu sama lain. Lebih mendalam ketiga ilmuwan tersebut menjabarkan sifat-sifat komunikasi kelompok sebagai berikut:
1. Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka;
2. Kelompok memiliki sedikit partisipan;
3. Kelompok bekerja di bawah arahan seseorang pemimpin;
4. Kelompok membagi tujuan atau sasaran bersama;
5. Anggota kelompok memiliki pengaruh atas satu sama lain.
B. Klasifikasi Kelompok dan Karakteristik Komunikasinya.
Telah banyak klasifikasi kelompok yang dilahirkan oleh para ilmuwan sosiologi, namun dalam kesempatan ini kita sampaikan hanya tiga klasifikasi kelompok.
  1. Kelompok primer dan sekunder.
Charles Horton Cooley pada tahun 1909 (dalam Jalaluddin Rakhmat, 1994) mengatakan bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita.
Jalaludin Rakhmat membedakan kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya, sebagai berikut:
    1. Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas. Dalam, artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsur-unsur backstage (perilaku yang kita tampakkan dalam suasana privat saja). Meluas, artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. Pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas.
    2. Komunikasi pada kelompok primer bersifat personal, sedangkan kelompok sekunder nonpersonal.
    3. Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi, sedangkan kelompok sekunder adalah sebaliknya.
    4. Komunikasi kelompok primer cenderung ekspresif, sedangkan kelompok sekunder instrumental.
    5. Komunikasi kelompok primer cenderung informal, sedangkan kelompok sekunder formal.
  1. Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan.
Theodore Newcomb (1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan (membership group) dan kelompok rujukan (reference group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.
Menurut teori, kelompok rujukan mempunyai tiga fungsi: fungsi komparatif, fungsi normatif, dan fungsi perspektif. Saya menjadikan Islam sebagai kelompok rujukan saya, untuk mengukur dan menilai keadaan dan status saya sekarang (fungsi komparatif. Islam juga memberikan kepada saya norma-norma dan sejumlah sikap yang harus saya miliki-kerangka rujukan untuk membimbing perilaku saya, sekaligus menunjukkan apa yang harus saya capai (fungsi normatif). Selain itu, Islam juga memberikan kepada saya cara memandang dunia ini-cara mendefinisikan situasi, mengorganisasikan pengalaman, dan memberikan makna pada berbagai objek, peristiwa, dan orang yang saya temui (fungsi perspektif). Namun Islam bukan satu-satunya kelompok rujukan saya. Dalam bidang ilmu, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) adalah kelompok rujukan saya, di samping menjadi kelompok keanggotaan saya. Apapun kelompok rujukan itu, perilaku saya sangat dipengaruhi, termasuk perilaku saya dalam berkomunikasi.
  1. Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif
John F. Cragan dan David W. Wright (1980) membagi kelompok menjadi dua: deskriptif dan peskriptif. Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. Berdasarkan tujuan, ukuran, dan pola komunikasi, kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga: a. kelompok tugas; b. kelompok pertemuan; dan c. kelompok penyadar. Kelompok tugas bertujuan memecahkan masalah, misalnya transplantasi jantung, atau merancang kampanye politik. Kelompok pertemuan adalah kelompok orang yang menjadikan diri mereka sebagai acara pokok. Melalui diskusi, setiap anggota berusaha belajar lebih banyak tentang dirinya. Kelompok terapi di rumah sakit jiwa adalah contoh kelompok pertemuan. Kelompok penyadar mempunyai tugas utama menciptakan identitas sosial politik yang baru. Kelompok revolusioner radikal; (di AS) pada tahun 1960-an menggunakan proses ini dengan cukup banyak.
Kelompok preskriptif, mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok. Cragan dan Wright mengkategorikan enam format kelompok preskriptif, yaitu: diskusi meja bundar, simposium, diskusi panel, forum, kolokium, dan prosedur parlementer.
C. Pengaruh Kelompok pada Perilaku Komunikasi
1. Konformitas.
Konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju (norma) kelompok sebagai akibat tekanan kelompok-yang real atau dibayangkan. Bila sejumlah orang dalam kelompok mengatakan atau melakukan sesuatu, ada kecenderungan para anggota untuk mengatakan dan melakukan hal yang sama. Jadi, kalau anda merencanakan untuk menjadi ketua kelompok,aturlah rekan-rekan anda untuk menyebar dalam kelompok. Ketika anda meminta persetujuan anggota, usahakan rekan-rekan anda secara persetujuan mereka. Tumbuhkan seakan-akan seluruh anggota kelompok sudah setuju. Besar kemungkinan anggota-anggota berikutnya untuk setuju juga.
2. Fasilitasi sosial.
Fasilitasi (dari kata Prancis facile, artinya mudah) menunjukkan kelancaran atau peningkatan kualitas kerja karena ditonton kelompok. Kelompok mempengaruhi pekerjaan sehingga menjadi lebih mudah. Robert Zajonz (1965) menjelaskan bahwa kehadiran orang lain-dianggap-menimbulkan efek pembangkit energi pada perilaku individu. Efek ini terjadi pada berbagai situasi sosial, bukan hanya didepan orang yang menggairahkan kita. Energi yang meningkat akan mempertingi kemungkinan dikeluarkannya respon yang dominan. Respon dominan adalah perilaku yang kita kuasai. Bila respon yang dominan itu adalah yang benar, terjadi peningkatan prestasi. Bila respon dominan itu adalah yang salah, terjadi penurunan prestasi. Untuk pekerjaan yang mudah, respon yang dominan adalah respon yang banar; karena itu, peneliti-peneliti melihat melihat kelompok mempertinggi kualitas kerja individu.
3. Polarisasi.
Polarisasi adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras.
D. Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan kelompok
Anggota-anggota kelompok bekerja sama untuk mencapai dua tujuan: a. melaksanakan tugas kelompok, dan b. memelihara moral anggota-anggotanya. Tujuan pertama diukur dari hasil kerja kelompok-disebut prestasi (performance) tujuan kedua diketahui dari tingkat kepuasan (satisfacation). Jadi, bila kelompok dimaksudkan untuk saling berbagi informasi (misalnya kelompok belajar), maka keefektifannya dapat dilihat dari beberapa banyak informasi yang diperoleh anggota kelompok dan sejauh mana anggota dapat memuaskan kebutuhannya dalam kegiatan kelompok.
Jalaluddin Rakhmat (2004) meyakini bahwa faktor-faktor keefektifan kelompok dapat dilacak pada karakteristik kelompok, yaitu:
1. Faktor situasional karakteristik kelompok:
a. Ukuran kelompok.
Hubungan antara ukuran kelompok dengan prestasi krja kelompok bergantung pada jenis tugas yang harus diselesaikan oleh kelompok. Tugas kelompok dapat dibedakan dua macam, yaitu tugas koaktif dan interaktif. Pada tugas koaktif, masing-masing anggota bekerja sejajar dengan yang lain, tetapi tidak berinteraksi. Pada tugas interaktif, anggota-anggota kelompok berinteraksi secara teroganisasi untuk menghasilkan suatu produk, keputusan, atau penilaian tunggal. Pada kelompok tugas koatif, jumlah anggota berkorelasi positif dengan pelaksanaan tugas. Yakni, makin banyak anggota makin besar jumlah pekerjaan yang diselesaikan. Misal satu orang dapat memindahkan tong minyak ke satu bak truk dalam 10 jam, maka sepuluh orang dapat memindahkan pekerjaan tersebut dalam satu jam. Tetapi, bila mereka sudah mulai berinteraksi, keluaran secara keseluruhan akan berkurang.
Faktor lain yang mempengaruhi hubungan antara prestasi dan ukuran kelompok adalah tujuan kelompok. Bila tujuan kelompok memelukan kegiatan konvergen (mencapai suatu pemecahan yang benar), hanya diperlukan kelompok kecil supaya produktif, terutama bila tugas yang dilakukan hanya membutuhkan sumber, keterampilan, dan kemampuan yang terbatas. Bila tugas memerlukan kegiatan yang divergen (seperti memhasilkan gagasan berbagai gagasan kreatif), diperlukan jumlah anggota kelompok yang lebih besar.
Dalam hubungan dengan kepuasan, Hare dan Slater (dalam Rakmat, 2004) menunjukkan bahwa makin besar ukuran kelompok makin berkurang kepuasan anggota-anggotanya. Slater menyarankan lima orang sebagai batas optimal untuk mengatasi masalah hubungan manusia. Kelompok yang lebih dari lima orang cenderung dianggap kacau, dan kegiatannya dianggap menghambur-hamburkan waktu oleh anggota-anggota kelompok.
b. Jaringan komunikasi.
Terdapat beberapa tipe jaringan komunikasi, diantaranya adalah sebagai berikut: roda, rantai, Y, lingkaran, dan bintang. Dalam hubungan dengan prestasi kelompok, tipe roda menghasilkan produk kelompok tercepat dan terorganisir.
c. Kohesi kelompok.
Kohesi kelompok didefinisikan sebagai kekuatan yang mendorong anggota kelompok untuk tetap tinggal dalam kelompok, dan mencegahnya meninggalkan kelompok. McDavid dan Harari (dalam Jalaluddin Rakmat, 2004) menyarankam bahwa kohesi diukur dari beberapa faktor sebagai berikut: ketertarikan anggota secara interpersonal pada satu sama lain; ketertarikan anggota pada kegiatan dan fungsi kelompok; sejauh mana anggota tertarik pada kelompok sebagai alat untuk memuaskan kebutuhan personal.
Kohesi kelompok erat hubungannya dengan kepuasan anggota kelompok, makin kohesif kelompok makin besar tingkat kepuasan anggota kelompok. Dalam kelompok yang kohesif, anggota merasa aman dan terlindungi, sehingga komunikasi menjadi bebas, lebih terbuka, dan lebih sering. Pada kelompok yang kohesifitasnya tinggi, para anggota terikat kuat dengan kelompoknya, maka mereka makin mudah melakukan konformitas. Makin kohesif kelompok, makin mudah anggota-anggotanya tunduk pada norma kelompok, dan makin tidak toleran pada anggota yang devian.
d. Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah komunikasi yang secara positif mempengaruhi kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok. Kepemimpinan adalah faktor yang paling menentukan kefektifan komunikasi kelompok. Klasifikasi gaya kepemimpinan yang klasik dilakukan oleh White danLippit (1960). Mereka mengklasifikasikan tiga gaya kepemimpinan: otoriter; demokratis; dan laissez faire. Kepemimpinan otoriter ditandai dengan keputusan dan kebijakan yang seluruhnya ditentukan oleh pemimpin. Kepemimpinan demokratis menampilkan pemimpin yang mendorong dan membantu anggota kelompok untuk membicarakan dan memutuskan semua kebijakan. Kepemimpinan laissez faire memberikan kebebasan penuh bagi kelompok untuk mengambil keputusan individual dengan partisipasi dengan partisipasi pemimpin yang minimal.
2. Faktor personal karakteristik kelompok:
a. Kebutuhan interpersonal
William C. Schultz (1966) merumuskan Teori FIRO (Fundamental Interpersonal Relations Orientatation), menurutnya orang menjadi anggota kelompok karena didorong oleh tiga kebutuhan intepersonal sebagai berikut:
1) Ingin masuk menjadi bagian kelompok (inclusion).
2) Ingin mengendalikan orang lain dalam tatanan hierakis (control).
3) Ingin memperoleh keakraban emosional dari anggota kelompok yang lain.
b. Tindak komunikasi
Mana kala kelompok bertemu, terjadilah pertukaran informasi. Setiap anggota berusaha menyampaiakan atau menerima informasi (secara verbal maupun nonverbal). Robert Bales (1950) mengembangkan sistem kategori untuk menganalisis tindak komunikasi, yang kemudian dikenal sebagai Interaction Process Analysis (IPA).
c. Peranan
Seperti tindak komunikasi, peranan yang dimainkan oleh anggota kelompok dapat membantu penyelesaian tugas kelompok, memelihara suasana emosional yang lebih baik, atau hanya menampilkan kepentingan individu saja (yang tidak jarang menghambat kemajuan kelompok). Beal, Bohlen, dan audabaugh (dalam Rakhmat, 2004: 171) meyakini peranan-peranan anggota-anggota kelompok terkategorikan sebagai berikut:
1) Peranan Tugas Kelompok. Tugas kelompok adalah memecahkan masalah atau melahirkan gagasan-gagasan baru. Peranan tugas berhubungan dengan upaya memudahkan dan mengkoordinasi kegiatan yang menunjang tercapainya tujuan kelompok.
2) Peranan Pemiliharaan Kelompok. Pemeliharaan kelompok berkenaan dengan usaha-usaha untuk memelihara emosional anggota-anggota kelompok.
3) Peranan individual, berkenaan dengan usahan anggota kelompokuntuk memuaskan kebutuhan individual yang tidak relevan dengantugas kelompok.
Daftar pustaka
Arifin, Anwar, 1984, Strategi Komunikasi: Suatu Pengantar Ringkas, Bandung: Armico.
Bales, Robert F., 1950, Interaction Process Analysis: A Method for the Study of Small Groups, Cambridge: Addison-Wesley
Curtis, Dan B., Floyd, James J., Winsor, Jerry L., 2005, Komunikasi Bisnis dan Profesional, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Mulyana, Deddy, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rakhmat, Jalaluddin, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Littlejohn, 1999, Theories of Human Communication, Belmont, California: Wadsworth Publishing Company.
Schutz, W. D., 1966, The Interpersonal Underworld, Palo Alto: Science and Behavior Books.
Wiryanto, 2005, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Selasa, 12 Mei 2015

kenangan

tak terasa..waktu bergulir sangat cepatt
tak terasa pula masa SMA pun telah usai..aku dan 4 sekawann melewatinya bersama
dalam duka maupun cita telahh kita lewati bersama.entah lah mungkin esok kami akan merindukan masa masa ini,saat bersama.di kelas duduk bareng,ngobrol bareng waktu pelajarann(hehe),ke kantin bareng dan membeli makanan yg sama jenisnya,belajar barengg,ke masjidd bareng,ngakak bareng,gaje bareng,sampe nyontekk pun bareng(hehe),dengerin m3 bareng waktu pelajaran..dan masih banyak lagi hal yang kita lalui bersama..tapii..di saat detik2 kami menyelesaikan akhir SMA,salah satu di antara kami ada yang harus meninggalkan masa SMA sebelum waktunya berakhir,ya karna suatu pelanggaran yg membuat pihak sekolah mengeluarkan dia,sedihh rasanya ketika mengetahui kenyataan itu,tapi apa danya..semua teman terdekat pun hanya bisa melinangkan air mata saat perpisahann dengan nya.mungkin memang itu yang terbaik untuk nya..semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi dalam keadaan sukses yaa..aminn
inilahh foto kenangan kamii saat acara seminarr..miss you friend's,love you:)

Sabtu, 11 April 2015

social scienses


ini adalah teman teman seperjuangan ku,yang menemani ku menuntut ilmu 2 tahun belakangan ini..
semoga kelak kita semua bisa meraih semua impian yang kita ingin kan..aminn:)

kunci sukses

kunci sukses ada tiga:

1. terpaksa
2. bisa
3. terbiasa

hidup sukses

Mimpi, harapan dan masa lalu adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Banyak orang terjebak dalam masa lalu sehingga tidak bisa melangkah ke masa depan. Begitu juga dengan mimpi dan harapan, semua orang memilikinya namun tidak banyak yang berani untuk mengambil resiko untuk mewujudkannya.
  Semoga bisa memberikan motivasi lebih kepada kita semua dalam mengejar impian dan mimpi serta tak terlalu menyesali masa lalu.

 

Sebesar-besarnya masa lalumu, masih jauh lebih besar masa depanmu. Sebesar-besarnya masalahmu, masih jauh lebih besar Tuhan-mu
Jgn berlari pd masa lalu hny krn kau merindukannya. Jika ia benar2 layak, ia takkan berada di belakangmu, tp di sampingmu.
Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa mengubah masa depan dengan belajar dari masa lalu.
Sebaik atau seburuk apapun masa lalu seseorang, semua itu sudah berlalu & mereka sudah tidak tinggal disana lagi.
Menjadi orang yang lebih baik bukan berarti menjadi orang yang sempurna. Dengan belajar dari kesalahanmu, kau sudah selangkah lebih maju dari masa lalumu.
Tak ada kata terlambat tuk berubah. Kesalahan apapun yang kamu buat di masa lalu, kamu bisa menjadi seseorang yg baru hari ini.
Berhentilah menyalahkan masa lalu, cobalah tuk menerima & memahami bahwa mereka hanya buatmu lebih kuat saat ini.
Hanya karena seseorang punya kesalahan di masa lalu, tak berarti semua yg dia lakukan saat ini selalu salah dimatamu.
Bukan nya masih tenggelam dalam masa lalu, hanya saja bayang nya yang masih mengganggu.
Jangan berpikir kamu tak mampu melupakan masa lalu. Tutup pintu masa lalumu, karena Tuhan selalu buka pintu masa depanmu.
Jangan pernah menyesali masa lalumu, segala sesuatu terjadi untuk membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik.
Segeralah beranjak dari masa lalu menuju masa depan, dengan semangat dan harapan baru, patahkan semua keraguan.
Tak peduli seberapa buruknya masa lalumu, melihat ke belakang tak akan mengubah apa pun.
Jangan terlalu memikirkan masa lalu, tak ada yg bisa kamu lakukan tuk mengubahnya. Berikan terbaik hari ini, tuk masa depan yg lebih baik!
Cintai dirimu. Seburuk apapun masa lalumu, karena hari ini kamu memulai sesuatu yg baru, yg terbaik darimu untuk masa depanmu.
Jangan musuhi masa lalu, seburuk apapun itu. Berdamailah dengan masa lalu, agar ia tidak mengganggu masa depan.
Terkadang, sulit bagi seseorang tuk memaafkanmu, karena apa yg telah kamu lakukan di masa lalu, masih kamu lakukan ada saat ini.
Jangan buang waktumu dengan orang yg hanya mengingat kejelekan masa lalumu. Jika dia tak mampu lupakan masa lalumu, lupakan mereka.
Berhenti menyesali masa lalumu, mereka telah berlalu. Yang penting adalah saat ini, jangan sampai kesalahan yang sama terulangi.
Terkadang, lebih baik meninggalkan dia yg meski selalu menemani setiap harimu, namun hatinya masih berada di masa lalu.
Terkadang, lebih baik meninggalkan dia yg selalu temani harimu, namun hatinya masih di masa lalu.
Belajarlah untuk melepas masa lalu agar tidak menjadi penghalang di masa depan, walaupun masa lalu itu sulit dilupakan.
Tak perlu sesali kesalahan masa lalu, karena kamu tak akan bisa mengulanginya. Berusahalah untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Jangan melihat masa lalu lebih baik dari yang seharusnya, karena akan membuatmu melihat saat ini lebih buruk dari yang sebenarnya.
Kamu tak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah sebuah awal yg buruk, namun kamu bisa membuat akhir yg indah, mulai saat ini!
Selama kamu punya kenangan, masa lalu tak akan mampu kamu lupakan. Namun selama kamu punya teman, saat ini pasti menyenangkan.
Melihat ke belakang memberimu penyesalan. Melihat ke depan memberimu harapan.
Harapan selalu untuk yg indah dan menyenangkan membutakan hati akan kenyataan. Life is more than that.
Ketika kamu menaruh harapanmu kepada Tuhan, kamu tak akan pernah dikecewakan. Yakin dan percayalah padaNya.
Selalu ada harapan, bagi mereka yang berdoa. Selalu ada jalan, bagi mereka yang meminta.
Apa yg kita dengar & lihat tdk selalu apa yg benar. Krn itu harapan yg lbh besar dr kepercayaan hny akan membawa kekecewaan.
Jangan pernah berhenti berharap, karena orang yang tidak berhenti berharap tidak akan berhenti berusaha untuk mencapai harapannya.
Dengan diam, kamu tak hanya bisa kehilangan mimpimu, tapi juga telah menguburnya dalam-dalam.
Jangan pernah mengeluh, Tuhan telah berikan segala yang kamu butuhkan untuk meraih mimpimu. Percaya, Dia punya rencana besar untukmu.
Apapun masalah yg kamu hadapi hari ini, tetaplah bersyukur.. Selamat malam semua.. Semoga mimpi indah.. (^_^)
Jangan habiskan waktumu memimpikan sesuatu yg tak mungkin terjadi ketika kamu bisa bangun dan membuat sesuatu terjadi.
Doaku hari ini: Tuhan, beri aku kesehatan dan kekuatan, agar aku bisa membantu mewujudkan mimpi orang-orang disekitarku.
Apapun mimpimu, luangkan waktu selalu untuk berdoa dan memastikan mimpimu sejalan dengan kehandak Tuhan.
Ketika mimpimu belum juga terwujud, ketahuilah bahwa itu karena kamu belum temukan jalannya. Percayalah, Tuhan hanya menundanya.
Pusatkan lebih banyak perhatian Anda pada keinginan dan bukan pada keraguan, maka mimpi Anda akan mencari jalannya sendiri
Anda tidak pernah diberi mimpi tanpa diberi kekuatan untuk mewujudkannya. Anda hanya perlu bekerja
Jgn menyesali jika tdk prnh menghargai. Jgn membenci jika tdk prnh memahami. Jgn menghakimi jika tdk prnh mengalami sendiri.
Pribadi baik tidak pernah berlama-lama menyesali kesalahan, tetapi bersegera memperbaiki sikap yang menyebabkannya.
Jangan menunda sebuah pekerjaan, lebih baik menyesali apa yang kamu kerjakan, daripada menyesali apa yang tak pernah kamu kerjakan.
Lakukanlah jika memang kamu bisa. Karena kamu akan menyesal ketika kamu tidak melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan.
Jangan permainkan dia yg sudah berbuat baik padamu. Karena dia pasti pergi, takkan kembali, dan kamu akan menyesal nanti.
Berhenti terus menyesali apa yg telah terjadi. mereka terjadi karena sebuah alasan, apapun itu telah jadikan dirimu saat ini.
Jangan pernah menyesali apapun yang kamu lakukan dengan keikhlasan hati, sesuatu yang datang dari hati akan selalu berarti.
Buruk sangka hanya akan membuat malu, menyesal dan merasa bersalah karena dugaan yg disampaikan jauh dari kebenaran.
Setiap wanita berhak dapatkan seorang pria yg mampu membuat mantannya menyesal karena telah melepaskan wanita sebaik dia.
Pribadi baik tidak pernah berlama-lama menyesali kesalahan, tetapi bersegera memperbaiki sikap ygan menyebabkannya.
Lakukan yang terbaik sekarang. Karena akan lebih buruk bila menyesali yang sudah berlalu dan mengkhawatirkan yang akan datang.
Kemarahan hanya akan berujung penyesalan. Tahan amarah agar kamu terhindar dari masalah yg sebetulnya tidak perlu.
Penyesalah hanya akan membuang waktumu. Tetap semangat dan berpikir positif.
Lakukan yang terbaik sekarang. Karena akan lebih buruk bila menyesali yang sudah berlalu dan mengkhawatirkan yang akan datang.
Jangan takut mencoba. Kamu mungkin menyesal apa yang telah kamu lakukan, namun kamu akan lebih menyesal apa yang tak kamu lakukan.
Lakukanlah jika memang kamu bisa. Karena kamu akan menyesal ketika kamu tidak melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan.